Postingan

BELAJAR DARI MAMA

Belajar dari mama... tentang kesabaran tentang kelemahlembutan tentang ketekunan dan penguasaan diri Belajar dari mama... tentang mengelola hati menata rasa menyimpan perkara hingga berbuah syukur Belajar dari mama... Arti kasih, yang menutupi segala sesuatu percaya segala sesuatu mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu. HAPPY BIRTHDAY, MA 28 Oktober 2014  1:02 WIB

CERITA SEPTEMBER CERIA

Gambar
September dengan beragam cerita. Dikala menyentuh bara, apinya justru menjadi pelita. Disaat tertusuk duri, itu hanya  pertanda ada kuntum-kuntum mawar siap merekah memperindah hati. Ketika hanya melihat hijau rimbun daun melati, tanpa kelopak putihnya, ada janji dari setiap stomata akan selalu ada keharuman yang menyegarkan rasa. Di tangan Sang Penjunan, tanah liat ini sedang dibentuk. Entah menjadi periuk arang tuk menampung bara atau menjadi pot untuk tangkai-tangkai bunga. Semua dibuat dengan cara-Nya, dengan segenap cinta. Terima Kasih.... Bersama-Mu Tuhan, September selalu ceria 30 September 2014 http://m.youtube.com/watch?v=A09FZ_recgU

JUTEK ITU JELEK

Jutek. Jutek itu jelek. Cobalah hampiri cermin dan lihatlah raut muka yang jutek. Jelek. Jelek banget. Sudah cemberut, ngga ada senyumnya, ditambah marah-marah lagi. Klop deh. Muka jutek pasti bukan tanpa sebab. Ia terbentuk karena suasana hati. Galau, resah, gelisah atau kesal pada sesuatu atau seseorang yang dihadapi. Apa tidak boleh jutek? Boleh saja. Itu manusiawi. Sebagai respon dari sesuatu yang tak diharapkan dan di luar kendali diri. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Termasuk saya. Hanya saja muka jutek ternyata membuat otot-otot wajah bekerja lebih banyak. Menurut ahlinya pada  wajah yang cemberut otot yang bekerja sebanyak 34 otot. Dua kali lebih banyak dibanding apabila wajah sedang tersenyum yaitu 17 otot. Kerut-kerut yang timbul juga lebih cepat terjadi pada wajah yang sering jutek atau cemberut. Tak hanya berpengaruh pada kerja otot wajah,  jutek yang dibiarkan juga bisa menjadi pemicu munculnya penyakit dalam tubuh. Tak salah bil...

BERDIANG DALAM DAMAI

Gambar
Rofa @ Cikole                                     Melintas cadas dan jalan berliku                                   Tebaran debu dan lumpur menyatu                                       Hingga kala rembang petang                                        Alam hijau menyapa tenang ...

EMOSI DAN NURANI

Denting-denting itu tak melagu dengan indah seperti biasanya. Banyak nada-nada yang tak tepat dan sumbang. "Permainanmu buruk. Nada nada yang kau mainkan kacau. Ada apa?" "Kesal. Aku sungguh kesal. Kepalaku serasa dibebat gurita. Hatiku seperti mau meledak menahan marah. " "Kenapa?" "Aku kesal padanya. Bagaimana tak kesal. Sudah lama aku memberikan jadwal pelatihan yang kubuat  padanya dengan harapan segera diperiksa  dan ditindaklanjuti. Jika tak sepakat segera beritahu supaya aku bisa atur kembali. Aku pikir sudah tidak ada masalah dengan jadwal itu. Nah ini sudah mulai dekat waktu pelaksanaan dia minta jadwal diubah. Padahal aku sudah buat kontak dengan narasumber dan menyesuaikan dengan jadwal mereka. Apa ngga bikin kacau ini namanya. Seenak udelnya aja." nada suara Emosi meninggi. "Sabar. Kadang yang kita harapkan tak sejalan dengan yang kita inginkan. " Nurani menimpali. "Iya, tapi ya ngga bisa begitu. Yang suda...

AGUSTUS, AKU MENYUKURINYA

"Selamat ulang tahun...." sebuah pesan di telepon seluler dari seorang tua mewarnai pagi, dua hari sebelum tanggal lahirku. Ucapan yang terlalu dini namun membuatku bersemangat  sepanjang hari. Seakan seperti berkat yang ditumpangkan ke atas kepalaku  dan menyegarkan seluruh tubuh.  Hatiku diliputi sukacita sepanjang hari itu. Tepat di tanggal lahirku berbagai sapa dan doa melimpahiku. Banyak sekali. Ada yang lewat tulisan  adapula yang melagukannya. Kejutan kejutan manis yang tak pernah kupikirkan. Seperti halnya yang dilakukan sebuah keluarga muda di ujung telepon.  Saat kuangkat tak ada suara menyapa. Hanya samar kudengar hitungan angka. "Satu. Dua. Tiga. Happy birthday, happy birthday. Happy birthday to you". Selamat ulang tahuuunnn." Satu persatu anggota keluarga itu bergantian menyapaku.  Senang berpadu haru.  Paduan suara acapella dengan harmoni yang indah. Tak menyangka aku begitu dikasihi seperti ini. Pun ketika saat men...

EPISODE KENANGAN : SEPENGGAL PESAN

Gambar
Beberapa hari setelah kepergian kawan sepelayanan karena kecelakaan lalu lintas, aku menelusuri dinding facebooknya. Banyak ucapan dukacita tertulis disana. Semua tak ada yang menyangka bahwa secepat itu dia berpulang. Kubaca kata demi kata sembari mengingat masa masa selama dia ada. Masa sejak ia kecil hingga beranjak dewasa. Masa dimana kami bersama kawan kawan di gereja GPIB Ebenhaezer sektor IX Porong melayani dalam paduan suara dan kelompok vokal. Talenta bermusiknya memperkuat dan memperindah puji pujian kami. Pernah suatu hari usai ibadah minggu dia memainkan organ gereja. Aku mendekatinya dan memintanya untuk juga melayani sebagai organis karena pemain organ di gereja kami hanya dua orang. Dia hanya tersenyum, tak menolak tak juga mengiyakan. Belakangan aku tahu ia terpanggil untuk melayani persekutuan taruna. Tuhan memakainya untuk membimbing anak-anak muda. Dia adalah anak muda yang menyenangkan.  Ramah, selalu tersenyum dan penuh perhatian. Ia sara...