Postingan

DI BIAS MENTARI PAGI

Gambar
Dalam kehangatan pagi Di tiap semburat keindahan mentari Tertuai harap Teruntai doa Tergenapi rindu Di biduk perjalanan kalbu. Est, 29 September 2012 Picture by Safril, at Pasuruan 

DI DALAM-MU

Dalam kasih-Mu kuingin menghitung hari Menghiasinya dengan pergumulan dengan pengharapan akan janji yang tak pernah gagal Dalam cinta-Mu kuingin meniti hari dengan memberi, dengan berbagi, dan memeluk dengan tangan doa mereka yang terluka Karena dalam kuasa-Mu mereka ada Est, 4 Maret 1997 http://www.youtube.com/watch?v=50M_-eASaOA&feature=endscreen&NR=1

EPISODE DIAM : SENILAI PERMATA

Gambar
Meski diam tak selalu emas Ingin kuhayati keindahan  diam itu Hingga kata kita senilai permata. :   dititik terbaik, disebuah lorong waktu-Nya. Est, 1 September 2012 Picture by DD, Cilacap

EPISODE DIAM : BERTUMPU BISU

Gambar
Riak rasa itu mengalir meniti sunyi. : Cinta,  kau tahu,  dalam bisu rindu itu bertumpu ---- Est, 1 September 2012 inspired by "Didalam rindunya aku" -- Bimbo  Picture by L.Suryani, Dreamland, Bali

BARA KASIH

Gambar
kugantung rindu  pada purnama kutaut  luka pada gemintang seiring pendar yang meredup sirna perlahan dalam kelam malam. Kata menari dalam bahasa rasa Menoreh di lembar hati terdiam Perlahan kabut dingin memeluk raga Menyusup kebekuan dini hari Cinta,  di sunyi nan damai bara kasih  ini nyata meraja Est, 21 agustus 2012 http://www.youtube.com/watch?v=9YlBnzEqbGQ Picture : taufik79.files.wordpress.com/2009/01/purnama.jpg

BERDAMAI

Keputusan berdamai tidak berasal dari orang lain tetapi dari diri sendiri.  Berdamai akan meniadakan amarah, kebencian dan dendam.            Malang, 19 Agustus 2012

WAJAH NEGERIKU

Gambar
Memandang wajah negeriku Diantara lahan-lahan hijau yang mulai membatu Ditengah akar-akar  yang menjadi besi penguat pondasi Dan tumpukan bulir bernas yang terserak diantara tiang-tiang pancang Haruskah menunggu gabah seharga emas Untuk menghentikan laju geraknya? Tak ada yang peduli tanah berteriak kehausan Saat sumber air dikuras untuk kepentingan segelintir orang Dan tanaman mati saat tak lagi ada hujan Trenyuh aku memandang wajah negeriku Saat pepohonan ditumbangkan demi uang Dan banjir bandang tahunan menerjang Merusak yang terlewat, menghancurkan yang tidak sepakat Dimana nurani untuk mempertahankan keberlanjutan alam? Tidakkah   nasib  anak cucu  dipedulikan? Sedih hatiku  melihat wajah negeriku. Est, 6 Februari 2012 Picture by http://www.kochiefrog.com/2015/08/dp-bbm-bendera-indonesia-bergerak-merah.html