Postingan

KEHENINGAN SENDANGSONO

Gambar
Akhir pekan yang menguatkan. Diantara keheningan dan penyerahan diri, sapaan-Nya bak air sejuk yang meluruhkan resah, mengalirkan sukacita dan memberikan damai di hati.                                                                Sendangsono, 19 Mei 2013

DIAM DALAM TEGAR

Gambar
Ia memilih diam Memaknai ada dan tiada Membekali diri dengan galah galah kesabaran Mengikatnya dengan tali kesetiaan Menjadi rakit rakit harapan Mengayuh dayung dengan senyum Meski tak tahu saat tiba di ujung Dalam tegar kata terangkai "Aku kuat bukan karena mampu, Tetapi karena Dia yang telah menopangku" Est, 9 Mei 2013 For : Jelita Picture by Julieta

MISTERI DI RIANGMU

Kutahu di riangmu ada misteri Tersimpan rapi dalam buli buli hati Hanya senyum sebagai peneduh keraguan dan diam menjadi jawab setiap tanya. Kau bungkus resah dalam tawa Mengeja lara dalam bait bait doa Mengurai letih hati dengan merengkuh yang terluka sembari menanti terangnya pelita asa. Est, 18 April 2013

KETIKA RINDU HADIR

Gambar
Di hening jelang fajar merekah sepintas bayangmu melintas Mengungkit rindu yang ternyata tak retas meski waktu telah lama menggilas. Kenangan tentangmu dulu serupa duri Tertancap di sanubari Melukai dinding dinding rasa Membekas menggurat jiwa Hingga kasih-Nya menjamah diri menutup setiap luka Melunturkan kecewa mengubah pekatnya hati. Kini, dalam bingkai doa Kurajut kasih abadi. Est, 31 Maret 2013, Passover moment. Foto diambil saat jelang fajar di Gempol, Pasuruan pada 19-03-2013

SYUKUR HATI

Gambar
Kudengar tarian air memecah sunyi Di rerintik hujan yang tak kunjung henti Di gemuruh aliran deras sungai Di embun yang membasahi dedaunan. Kuhirup segarnya udara pagi Saat mentari belum menyapa hari Hening Tenang Damai Disini, Tuhan Aku mengangkat hati Menaikkan syukur Untuk semua yang telah Kau beri. Cipayung, 27 Maret 2013 Foto diambil saat jelang fajar di Cipayung pada 27 Maret 2013

SUDAHKAH YANG TERBAIK

Memasuki pekan suci, minggu terakhir sebelum Jumat Agung dan Paskah,  di jelang pagi bersalut hening kata hati berbisik, "Sudahkah hati selaras dengan hati Bapa. Sudahkah laku seperti yang dikehendaki-Nya." Pertanyaan itu mengingatkanku pada sebuah lagu yang tertuang dalam pujian Nyanyian Kidung Baru: "Sudahkah yang terbaik kuberikan kepada Yesus Tuhanku?  Besar pengorbanan-Nya di Kalvari, diharap-Nya terbaik dariku.  Berapa yang terhilang telah aku cari, dan kulepaskan yang terbelenggu?  Sudahkah yang terbaik kuberikan kepada Yesus Tuhanku?" Menyadari keterbatasan diri sebagai manusia, sesal tertuang dalam cawan pengakuan dan dalam diam  pengampunan dipintakan.  Dalam bincang hati bertabur puji akan anugerah kasih-Nya yang tak henti diri ini  meminta karunia seperti larik doa yang dinaikkan berabad lalu : Lord, make me an instrument of Thy peace. Where there is hatred, let me sow love. Where there is injury, pardon.  Where there is d...

MALAM

Malam masih di sini menemani bintang membilang waktu di detik yang melaju Malam masih di sini setia menunggu rembulan memendar cahaya Dan malam masih di sini hingga sang surya memintanya pergi Est, 23 Maret 2013