Banyak wanita menyukai anggrek karena keindahan bunganya. Bunga anggrek juga lebih tahan lama dibandingkan bunga mawar. Tahukah anda bahwa keindahan dan kekuatannya tidak dihasilkan dalam waktu singkat? Mulai dari bibit hingga berbunga membutuhkan waktu lama. Pada setiap fase pertumbuhannya banyak ancaman dari lingkungan yang dapat membuatnya tidak tumbuh bahkan mati. Saya pernah mengamati pertumbuhan anggrek Papua dan menantikan munculnya bunga. Saya memberi pupuk dan nutrisi lainnya. Harapannya, agar anggrek Papua cepat berbunga. Sayangnya, bunga itu tidak muncul juga. Saya tidak lagi banyak berharap munculnya bunga anggrek Papua. Setelah 10 tahun berlalu, keindahan bunga anggrek itu dapat saya nikmati. Kadang hal-hal indah yang Tuhan janjikan harus melalui proses panjang, dan menyakitkan. Hambatan-hambatan yang ada kadang memaksa kita untuk menyerah. Di sisi lain kita melakukan hal-hal dengan maksud mempercepat mendapatkan apa...
Das Sollen und das Sein. Sebuah teori tentang adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Sama seperti teori itu dalam hidup kadangkala kita dihadapkan pada kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Umumnya adalah sesuatu yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan. Kita marah dan kecewa. Saat menggumuli itu terkadang kita merasakan Allah tidak mau peduli dan hanya berdiam diri. Bahkan membiarkannya terjadi. Allah diam bukan berarti dia tidak bekerja. Diamnya Allah berarti menunggu kita untuk mendengar dengan benar. Hal itu juga merupakan kesempatan bagi kita untuk bergantung dan berserah. Yohan Candawasa dalam "mendapatkan-Mu dalam kehilanganku" mengilustrasikan hal itu dalam kisah sebuah batu pahatan. Suatu ketika sebuah batu dipahat untuk menjadi patung. Batu tersebut dihancurkan dan dipukul berulang-ulang oleh si tukang pahat. Kalau ...
Pagi itu Tuhan menyapa lewat seorang ibu tua. Umurnya sekitar 60an, nampak renta. Ia mengetuk pintu pagar berulang-ulang. Aku yang ada di belakang dan sedang bersiap untuk sarapan bergegas ke depan. "Wonten menapa, bu?" tanyaku. 'Karak e wonten tha, nak?" "Sekedap nggih bu." Aku masuk ke dalam dan bertanya pada mama persediaan nasi aking itu. Ternyata belum ada lagi. Aku segera keluar dan mengatakan kalau yang dibutuhkannya tidak ada. Si ibu pun berlalu sambil mengucapkan salam. Sambil sarapan aku dan mama berbincang tentang ibu itu. Dari mama kuketahui kalau ibu itu suka keliling. Ia berjalan kaki di perumahan tempat kami tinggal untuk membeli karak. Rumahnya sekiitar 10 km dari rumah kami. Dia membawa kaleng kecil sebagai penakar pengganti timbangan untuk mengetahui berapa kilo yang ia dapatkan dari tiap rumah. Bila mama punya banyak persediaan maka karak pun berpindah tangan. Mama tak pernah mau menerima uang dari ibu itu meski ibu itu menakarnya. K...
Komentar
Posting Komentar